RSS Feed

Efek Radiasi Nuklir Jepang

Posted on
Inilah Efek Radiasi Nuklir yang Mengancam Warga Jepang
 

Nuklir-Jepang.jpg
Repro CNN
TRIBUN-TIMUR.COM — Pascagempa berkekuatan 8,9 skala Richter (SR) menghasilkan tsunami setinggi 10 meter. 

Pascatragedi, warga Jepang kembali dihantui ledakan kilang nuklir pembangkit listrik yang dikhawatirkan memberikan papara zat radiokatif kepada manusia.

Dilansir Aljazeera, Senin (14/3/2011), Professor Ilham Al-Qaradawi dari Qatar University memberikan penggambaran dari efek radiasi. “Radiasi memberikan efek ke sel manusia. Buka hanya membunuh namun jika dosisnya tinggi maka bisa merusak sel, menyebabkan kanker,” jelasnya.

Ketika seseorang terkena radiasi, jelas Ilham, efeknya beragam mulai dari kulit merah hingga terbakarnya kulit. Tidak hanya itu bisa membuat muntah-muntah. Bahaya jangka panjang tentu saja kanker.

“Kanker yang umumnya terjadi saat terpapar radiasi adalah kanker tiroid dan hanya bisa dilawan dengan tablet potassium iodide,” jelas Ilham, lagi. Meski demikian, Ilham menambahkan jika dalam dosis yang rendah tidak akan membahayakan manusia.

Sumber : Tribunnews.com

JAKARTA (Pos Kota)-Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Hudi Hastowo menyatakan, pihaknya terus memantau tingkat radiasi nuklir sejak terjadinya kecelakaan di PLTN Fukushima, Jepang pasca tsunami dan gempa.
Ternyata dari data tingkat radiasi yang dipasang di Kawasan Nuklir Serpong (KNS) terhitung mulai terjadinya tsunami di Jepang (11 hingga 15 Maret 2011) tidak  terjadi peningkatan,” katanya, kemarin.

Menurut dia, Kawasan Nuklir Serpong (KNS) telah dilengkapi dengan sistem pemantauan radiasi gama ambien secara kontinu dan terpusat dengan stasiun pantau tersebar di dalam-kawasan.

Untuk memastikan tidak adanya peningkatan radiasi akibat kecelakaan nuklir di Fukushima, Batan meningkatkan pemantauan lingkungan di KNS dan sekitarnya.

Tidak hanya radiasi gama ambien yang diamati, komponen lingkungan lain terutama udara dan tanaman dipantau dengan mengukur konsentrasi aktivitasnya. Dari grafik di  dapat dilihat tingkat radiasi gamma ambien KNS per tanggal 11-15 Maret 2011. D kesimpulannya  bahwa tidak ada peningkatan radiasi di Kawasan Nuklir Serpong atau daerah lainnya setelah terjadinya kecelakaan nuklir PLTN Fukushima.

Berdasarkan data pemantauan tersebut ia membantah adanya isu di masyarakat yang disebarkan melalui SMS bahwa  dampak radiasi kecelakaan reaktor nuklir akibat musibah gempa bumi dan tsunami di Jepang telah berimbas ke Indonesia, BATAN mengeluarkan pernyataan berikut.

Menurut Hudi, radiasi yang keluar dari PLTN Fukushima berkonsentrasi rendah. Paling jauh di hanya bisa tersebar hingga 30 kilometer dari pusat kecelakaan.

“Makin jauh dari lokasi kecelakaan konsentrasi radiasi semakin rendah. Jadi tidak mungkin sampai ke Indonesia,” tegasnya.

About episcia

saia seorang anak perempuan (bungsu dari 2 bersaudara).. memiliki seorang kakak laki-laki bernama koko.. anak ke 2 dari pasangan Bambang S. Lautt dan Hana Pertiwi.. saia lahir 4 juli 1994, berbintang cancer.. menyukai warna ungu dan pink pucat.. memiliki sifat kekanak-kanakan, simple, cereweet.. saia mempunyai berapa hobby seperti menulis, menari, menyanyi, dll.. warna kulit kung langsat.. tinggi badan 168 cm.. dan berat badan 59.. saia menggeluti beberapa ekskul seperti pramuka, pasibaraka, OSIS, SKR.. selanjutnya jika ada yang ingin ditanyakan.. hubungi saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: