RSS Feed

berita Editorial Metro pagi ini..

Posted on

Merosotnya Kelas Menengah

Senin, 21 Maret 2011

PEREKONOMIAN Indonesia rentan digigit inflasi akibat melonjaknya harga komoditas pertanian dan energi dunia. Bahkan, di sejumlah daerah, inflasi lebih tinggi daripada angka rata-rata nasional karena juga dipacu buruknya infrastruktur.

Menurut Shubham Chaudhuri, Ekonom Utama Bank Dunia, harga komoditas pertanian telah naik 17% dari harga tertinggi pada 2008. Harga beras bahkan meningkat hingga 30% dalam setahun terakhir.

Harga energi pun melonjak sekencang harga beras, yaitu hingga Februari 2011 naik 28%.
Perpaduan kenaikan harga pangan, khususnya beras, dan harga energi itu menempatkan perekonomian Indonesia dalam proyeksi yang tidak menggembirakan.

Bank Dunia memproyeksikan inflasi sepanjang 2011 mencapai 7%, jauh di atas angka patokan inflasi pada APBN 2011 sebesar 5,3%.

Melonjaknya inflasi itu bahkan dikhawatirkan membuat tingkat kesejahteraan kelas menengah Indonesia yang dalam tujuh tahun terakhir bertambah 7 juta jiwa melorot menjadi kelas menengah-bawah. Jika inflasi dalam skenario itu terus tidak terkendali, akan lebih banyak lagi kalangan kelas menengah yang turun status karena semakin miskin.

Pada saat itulah, Bank Dunia memprediksi jumlah orang miskin di Indonesia kembali naik, dari 15,7% menjadi 17,8%. Kondisi tersebut mengulang peristiwa serupa pada 2005-2006 ketika ekonomi bagus, tapi angka kemiskinan justru naik.

Inflasi terutama menggerogoti kalangan berpenghasilan tetap. Kelas menengah Indonesia agaknya terutama diduduki orang gajian yang sangat rentan terhadap inflasi. Itu sekaligus menunjukkan kita belum memiliki lapisan kelas menengah yang kuat yang tangguh secara ekonomi.

Merosotnya kelas menengah tentu memperlebar jarak sosial antara kalangan atas dan bawah. Padahal jurang antarkelas yang semakin menganga merupakan lahan yang subur bagi berseminya frustrasi sosial.

Goyahnya kelas menengah tentu saja hal yang mengkhawatirkan. Kelas menengah merupakan stratum penting yang menopang stabilitas ekonomi, sosial, dan politik. Bukankah demokrasi sulit dipelihara tanpa kelas menengah yang luas, kuat, dan tangguh?

About episcia

saia seorang anak perempuan (bungsu dari 2 bersaudara).. memiliki seorang kakak laki-laki bernama koko.. anak ke 2 dari pasangan Bambang S. Lautt dan Hana Pertiwi.. saia lahir 4 juli 1994, berbintang cancer.. menyukai warna ungu dan pink pucat.. memiliki sifat kekanak-kanakan, simple, cereweet.. saia mempunyai berapa hobby seperti menulis, menari, menyanyi, dll.. warna kulit kung langsat.. tinggi badan 168 cm.. dan berat badan 59.. saia menggeluti beberapa ekskul seperti pramuka, pasibaraka, OSIS, SKR.. selanjutnya jika ada yang ingin ditanyakan.. hubungi saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: