RSS Feed

sabuk bela diri

Posted on

Taekwondo

Taekwondo memiliki tingkatan yang dapat kita lihat pada warna sabuk yang dipakai oleh taekwondoin (orang yang belajar Taekwondo) itu.

Berikut adalah warna sabuk dari tingkatan ke rendah hingga yang paling tinggi: putih, kuning, kuning dengan satu strip, hijau, hijau dengan satu strip, biru, biru dengan satu strip, merah, merah dengan satu strip, merah dengan dua strip, hitam (dan satu sampai dan sembilan).

Strip yang dimaksud itu berupa garis yang terdapat ujuk sabuk. Warna stripnya tergantung warna sabuk di tingkatan sesudahnya. Contoh, sabuk kuning dengan satu strip berarti warna stripnya hijau, sabuk hijau dengan satu strip berarti stripnya berwarna biru, dan seterusnya. Namun untuk sabuk hitam, dan juga ditandai strip yang disesuaikan dengan tingkatannya dan berwarna emas.

Kerah dobok (seragam Taekwondo) juga warnya sesuai dengan tingkatnya. Sabuk putih sampai sabuk merah dengan dua strip, kerah doboknya berwarna putih. Sedangkan sabuk hitam, kerah doboknya pun berwarna hitam. Untuk naik tingkat, diadakan ujian setiap tiga bulan satu kali. Ujian tersebut untuk naik tingkat dari sabuk putih sampai sabuk merah dengan dua strip. Dari sabuk merah dengan dua strip ke sabuk hitam (dan satu sampai dan sembilan) harus menunggu enam bulan dahulu. Kemudian, untuk sabuk hitam dan empat sampai sabuk hitam dan sembilan ujiannya harus dilakukan di Korea, negara asal dari Taekwondo.

Selalin itu, untuk taekwondoin yang sudah mengikuti ujian sabuk hitam tetapi masih berumur dibawah 16 tahun, warna sabuknya bukan hitam, tetapi setangah merah dan setengah hitam. Kerah doboknya juga berwarna setengah merah dan setengah hitam.

Judo

Dimulai dari kelas pemula (shoshinsha) seorang judoka mulai menggunakan ikat pinggang dan disebut berada di tingkatan kyu kelima. Dari sana, seorang judoka naik tingkat menjadi kyu keempat, ketiga, kedua, dan akhirnya kyu pertama. Setelah itu sistem penomoran dibalik menjadi dan pertama (shodan), kedua, dan seterusnya hingga dan kesepuluh, yang merupakan tingkatan tertinggi di judo. Meskipun demikian, sang pendiri, Kano Jigoro, mengatakan bahwa tingkatan judo tidak dibatasi hingga dan kesepuluh, dan hingga saat ini karena hanya ada 15 orang yang pernah sampai ke tingkat dan kesepuluh, maka tidak ada yang pernah melampaui tingkat tersebut.

Warna ikat pinggang menunjukkan tingkatan kyu ataupun dan. Pemula, kyu kelima dan keempat menggunakan warna putih; kyu ketiga, kedua, dan pertama menggunakan warna cokelat; warna hitam dipakai oleh judoka yang sudah mencapai tahapan dan, mulai dari shodan, atau dan pertama, hingga dan kelima. Judoka dengan tingkatan dan keenam hingga dan kesembilan menggunakan ikat pinggang kotak-kotak bewarna merah dan putih, walaupun kadang-kadang juga menggunakan warna hitam. Tingkatan teratas, dan kesepuluh, menggunakan ikat-pinggang merah-putih atau merah. Judoka perempuan yang telah mencapai tahap dan keatas memiliki garis putih yang memanjang di bagian tengah ikat pinggang hitam mereka.

Karate

Dalam beladiri Karate warna sabuk (obi) dipergunakan untuk membedakan antara satu karateka dengan karateka lainnya.

Obi sebagai sistem pemeringkat menggunakan ukuran kyu (kadang berbeda antara satu perguruan dengan perguruan lainnya) yang merupakan bentuk representasi dari Karate dalam menunjukkan bahwa karateka harus berproses dalam semua tujuan yang diinginkan. Untuk menjadi sekedar sabuk hitam, harus mulai belajar dasar. Untuk mengejar nilai kebaikan melalui perolehan sabuk hitam, harus belajar dari dasar. Kecuali untuk tokoh yang memberikan kontribusi dan dukungan nyata terhadap Karate mereka bisa mendapat penghargaan sabuk hitam kehormatan. Dengan demikian, perbedaan sabuk ini selain sebagai pelajaran bagi karateka untuk terus belajar dan berproses dalam meraih tujuan, juga saling menghormati dan menghargai sesama karateka adalah kemutlakan untuk dijalani.
Sabuk Karate sendiri terdiri dari 6 warna sabuk yang diawali dari sabuk putihdan yang tinggi sabuk hitam. Arti dari warna sabuk tersebut yakni :

SABUK PUTIH: melambangkan kemurnian dan kesucian. Kemurnian dan kesucian ini merupakan kondisi dasar dari pemula untuk menerima dan mengolah hasil latihan dari guru masing-masing. Artinya berkembang atau tidaknya karateka ini tergantung dari apa yang diberikan oleh
senpai atau sensei mereka. Kemudian, setelah materi atau nilai Karate telah disampaikan sesuai dengan apa yang seharusnya, selanjutnya tanggung jawab ada pada masing-masing individu.

SABUK KUNING: melambangkan warna matahari yang diibaratkan bahwa karateka telah melihat “hari baru” dimana dia telah mampu memahami semangat Karate, berkembang dalam karakter kepribadiannya dan juga teknik yang telah dipelajari. Sabuk kuning juga merupakan tahapan
terakhir dari seorang “raw beginner” dan biasanya sudah mulai belajar tahapan-tahapan gerakan kumite bahkan ada juga yg mulai turun di suatu turnamen.

SABUK HIJAU: Sabuk ini merepresentasikan warna rumput dan pepohonan. Pemegang sabuk hijau ini sudah harus mampu memahami dan menggali lebih dalam lagi segala sesuatu yang berkaitan dengan karate seiring dengan bertumbuhnya semangat dan teknik gerakan yang sudah
dikuasainya. Sifat dari warna hijau ini adalah pertumbuhan dan harmoni. Dengan demikian seorang karateka sabuk hijau diharapkan dalam proses pertumbuhannya mulai bisa memberikan harmoni dan keseimbangan bagi lingkungan.

SABUK BIRU: Warna sabuk ini melambangkan samudera dan langit. Artinya karateka harus mempunyai semangat luas seperti angkasa dan sedalam samudera. Karateka harus sudah mampu memulai berani untuk menghadapi tantangan yang dihadapinya dengan semangat
tinggi dan berfikir bahwa proses latihan adalah sesuatu yang menyenangkan dan bisa merasakan manfaat yang didapatkan. Karateka harus sudah bisa mengontrol emosi dan berdisiplin.

SABUK COKLAT: Warna sabuk ini dilambangkan dengan tanah. Sifat warna ini adalah stabilitas dan bobot. Artinya seorang karateka pemegang sabuk coklat mulai dari tingkatan kyu 2 sampai 1 harus bisa memberikan kestabilan sikap, kemampuan yang lebih dari pemegang sabuk di
bawahnya, dan juga sikap melindungi bagi junior-juniornya. Selain itu, sikap yang harus dimiliki adalah sikap menjejak bumi (down to earth) dan rendah hati pada sesama.

SABUK HITAM : Warna hitam sendiri melambangkan keteguhan dan sikap kepercayaan diri yang didasari pada nilai kebaikan universal. Warna sabuk ini menjadi idaman bagi setiap karateka untuk mendapatkannya. Namun, di balik semua prestise sabuk hitam terdapat tanggung jawab besar
dari karateka. Pada tahap ini, pemegang sabuk hitam mulai dari Dan 1 sampai selanjutnya sebenarnya baru memasuki tahap untuk mendalami karate yang lebih mendalam. Teknik maupun penguasaan makna hakiki dari kebaikan nilai karate sudah harus menjadi bagian dari karateka. (penggambaran Gichin Funakohsi).
Sebagian perguruan Karate di Indonesia, menggunakan sistem peringkat selain sabuk yakni kyu, ada beberapa perbedaan ketika sabuk biru (kyu 4) mengikuti ujian kenaikan sabuk coklat. Ada yang turun kyu dari kyu 4 menjadi kyu 3,5. Di perguruan lain ada yang langsung dari kyu 4 menjadi kyu 3. Dengan demikian, bagi sebagian perguruan Karate di Indonesia ada yang menerapkan ujian kenaikan sabuk coklat sebanyak 4 kali (2 tahun atau 4 semester) sampai mendapat kyu 1. Namun bagi sebagian yang lain, bisa hanya sampai 1,5 tahun atau 3 semester. Maka warna sabuk dalam Karate selain sebagai pembeda antara karateka yang baru belajar/pemula dengan yang sudah lama menekuni Karate, sabuk dipergunakan lebih luas dari itu yakni sebagai proses pendorong bagi karateka untuk terus giat belajar dan berlatih. Selain itu juga, bagaimana perbedaan sabuk ini justru menjadi dorongan bagi semua karateka untuk saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Aikidu

Sistem tingkatan yang harus dilalui oleh seorang praktisi Aikido hampir sama dengan yang digunakan oleh seni beladiri asal Jepang lainnya, yaitu sistem Kyu untuk tingkat dasar dan Shodan untuk tingkat mahir. Secara singkat, praktisi yang berada di tingkat kyu 6 sampai kyu 4 menggunakan tanda berupa sabuk yang berwarna putih. Sementara praktisi yang mencapai tingkatan kyu 3 sampai 1 menggunakan sabuk berwarna cokelat. Tingkatan selanjutnya adalah Shodan. Praktisi yang mencapai tingkatan ini ditandai dengan sabuk yang berwarna hitam serta aksesoris tambahan berupa celana panjang bernama Hakama. Celana seperti ini biasa dipakai oleh para samurai pada zaman dahulu.
Hingga saat ini Aikido juga banyak memiliki banyak cabang-cabang “teknik” atau “style” yang juga memperkaya teknik-teknik yang tidak meninggalkan teknik dasarnya. Misalnya aliran Nisyo yang lebih menekankan style teknik-tekniknya kepada padang (boken) dan tongkat/stik (jo). Juga aliran Iwama yang lebih menekankan teknik-tekniknya kepada kecepatan dalam mengatasi serangan lawan (nage).

1. Tingkat Sabuk PUTIH
Untuk tingkat sabuk ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dan kuda-kuda dari beladiri karate. Yang terdiri dari 12 dasar pukulan dan 6 Jurus.

6 Jurus tersebut adalah :
1. Jurus Yoga Delapan
2. Jurus Putri Kembar
3. Jurus Naga Lilit
4. Jurus Monyet
5. Jurus Langkah Tujuh
6. Jurus Langkah Sembilan

2. Tingkat Sabuk KUNING
Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dan bantingan dari beladiri Yudo. Yang terdiri dari 12 dasar pukulan dan 6 Jurus.

6 Jurus tersebut adalah :
1. Jurus Kelinci
2. Jurus Kelelawar
3. Jurus Naga Kajang
4. Jurus Tapak Suci Karate
5. Jurus Panglimunan (Kursi)
6. Jurus Kumbangrana

3. Tingkat Sabuk HIJAU
Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dari beladiri Silat. Pada tingkatan ini materi yang diajarkan adalah pola langkah, jurus dan seni silat Indonesia. Yang terdiri dari …..dasar pukulan dan 3 Jurus.

3 Jurus tersebut adalah :
1. Jurus Kera Putih
2. Jurus Bangau Putih
3. Jurus Gagak Putih

4. Tingkat Sabuk BIRU
Pada tingkatan ini, yang dipelajari adalah dasar-dasar pukulan dari beladiri Kung Fu. Pada tingkatan ini materi yang diajarkan adalah pola langkah, jurus dan Kecepatan. Yang terdiri dari …..dasar pukulan dan 3 Jurus.

3 Jurus tersebut adalah :
1. Jurus Srigala
2. Jurus Kijang Kencana
3. Jurus Megananta

5. Tingkat Sabuk MERAH
Untuk tingkatan ini disebut juga tingkat pendekar muda ( dalam silat disebut warga ). Yang diajarkan pada tingkatan ini adalah Filosophi dan Keagamaan.

Pada jalur pelatihan Silat Cuyusika dikenal beberapa tingkatan Sabuk, yaitu :

1. Tingkat Sabuk MERAH
2. Tingkat Sabuk HIJAU
3. Tingkat Sabuk BIRU
4. Tingkat Sabuk UNGU

Selain Jurus-jurus tangan kosong, dipelajari juga Jurus-jurus alat seperti :

1. Toya
2. Pedang
3. Double Stick
4. Golok
5. Clurit
6. Neon
7. Pisau Lempar
8. Dan Lain-lain

About episcia

saia seorang anak perempuan (bungsu dari 2 bersaudara).. memiliki seorang kakak laki-laki bernama koko.. anak ke 2 dari pasangan Bambang S. Lautt dan Hana Pertiwi.. saia lahir 4 juli 1994, berbintang cancer.. menyukai warna ungu dan pink pucat.. memiliki sifat kekanak-kanakan, simple, cereweet.. saia mempunyai berapa hobby seperti menulis, menari, menyanyi, dll.. warna kulit kung langsat.. tinggi badan 168 cm.. dan berat badan 59.. saia menggeluti beberapa ekskul seperti pramuka, pasibaraka, OSIS, SKR.. selanjutnya jika ada yang ingin ditanyakan.. hubungi saya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: